Jangan lihat-lihat socmed saya, nanti hatimu banyak mbatin.
Jangan ngobrol-ngobrol dengan saya, nanti kamu banyak bingung.
Jangan chatting-chatting dengan saya, nanti sesuatu lain yang terbaca.
Jangan jalan seiring saya, nanti arahnya beda dari peta.
Ini aneh.
Beda.
Bukan yang lalu. Memang?
Kelihatannya, saya banyak kehilangan kenangan denganmu, dengannya, dengan mereka. Tentangmu, tentangnya, tentang mereka. Tentang kita. Semuanya.
Saya tak lagi tahu seberapa indahnya peristiwa yang pernah kita ukir, atau pahitnya keadaan yang mungkin pernah bersama-sama kita lalui. Semua hilang. Padahal saya tidak ada menghilangkan.
Saya mungkin tidak lupa, tapi kalau tidak ada bukti? Rasanya saya jadi tidak cukup bisa yakin dengan apa yang saya ingat.
Padahal banyak yang saya simpan. Banyak folder. Di dalam folder masih ada beberapa folder. Di dalamnya lagi masih ada folder. Di dalamnya lagi mungkin masih ada beberapa lapis folder. Banyak pokoknya. Ya tentang kamu, tentang dia, tentang mereka, tentang aku. Tentang kita.
Kehilangan sesuatu yang bisa kita ingat atau yang bisa mengingatkan mungkin akan banyak merubah kita, mungkin. Semua memang pasti akan berubah, sih. Tapi kalau masih ada ingatan itu.... mungkin akan ada batasan yang kasih petunjuk bagaimana kita akan berubah. Tapi kalau tidak ada? Mungkin kamu tahu sendiri persisnya bagaimana.
Waktu tahu bahwa saya benar-benar kehilangan ingatan, mungkin dari ujung ke ujung hanya sedih, sedih, dan sedih.
Saya harus tidak ingat dengan apa yang sudah disimpan bertahun-tahun. Yang seharusnya kelak bisa dikenang, jadi lenyap. Lalu besok-besok, apa yang mau diingat? Hmm.
Yang perlu diketahui adalah, saya sama sekali tidak menghilangkan, atau melupakan dengan sengaja. Apapun itu, dari dulu saya selalu menghargai memori sebaik yang saya bisa.
Hingga sampai pada waktunya memori harus pergi.
Anyway..... Saya kangen banget.
Kira-kira, ada cara agar HDD yang rusak masih mungkin dibaca lalu dibackup kah?😄😄😄😄

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus